Pada kegiatan Breakfast Forum yang diadakan pada tanggal 30 September 2016 lalu di Financial Club Jakarta agak sedikit berbeda dengan breakfast forum sebelumnya karena kali ini breakfast forum diadakan sekaligus sebagai acara gathering alumni pascasarjana, magister dan ekstensi. Tema yang dibahas pada breakfast forum kali ini adalah “Unleash the potential of millennial generation”.

Peran manajemen SDM tidak hanya berkutat pada perencanaan dan perekrutan SDM, melainkan juga pada peningkatan bisnis suatu perusahaan. Tugas utama dari seorang manajer SDM adalah memastikan perusahaan mampu memaksimalkan potensi SDM yang direkrutnya serta melakukan perencanaan, implementasi, dan evaluasi kinerjanya.

Peran manajemen SDM dari generasi ke generasi terus mengalami perubahan yang signifikan dan menghadapi tantangan yang beragam pula. Hal ini dikarenakan karakteristik perilaku setiap generasi juga mengalami perubahan.

Dalam Teori Generasi (Generation Theory), kita diperkenalkan dengan istilah generasi X, Y, dan Z. Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan pekerjaan sering dikaitkan dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut. Hal itu diungkapkan tiada lain untuk mencari jalan tengah agar antar generasi tersebut dapat saling memahami dan mengerti. Selain itu, kita juga menjadi tahu bahwa generasi manakah yang mendominasi di abad ini.

Melihat dari banyaknya pimpinan baik itu pimpinan negara maupun perusahaan, saat ini generasi X masih mendominasi. Sementara itu generasi Y masih menggeliat, mencari kemapanan dalam bidang pekerjaan maupun pribadi, tidak dipungkiri beberapa sudah menjadi pimpinan sebuah perusahaan sejak usia muda. Generasi Z yang merupakan keturunan dari generasi X dan Y, sekarang ini merupakan anak-anak muda yanag rata-rata masih mencari jati diri, beberapa di antaranya sudah mempunyai penghasilan sendiri yang cukup besar terutama dari bidang seni.

Generasi X, Y, dan Z masing-masing mempunyai sifat positif dan negatif. Dengan memahami perbedaan mereka, diharapkan para pendidik atau para pemimpin perusahaan dapat mengerti individu-individu dari tiga generasi ini sesuai dengan ciri khas nya. Tentunya tantangan generasi Z lebih besar daripada generasi Y atau X sebagai generasi sebelumnya.

Bagi para generasi X dan Y yang sudah dan akan memiliki generasi Z atau Alpha sebagai generasi penerusnya tentu harus sudah memahami karakteristik generasi termuda ini. Generasi ini patut diawasi terutama penggunaan internetnya, tapi tentunya tidak dikerasi. Sebagai orang tua, generasi X dan Y harus bersikap tegas tapi lembut dan sabar, membangun dialog dan komunikasi yang sehat serta terbuka, hadir secara utuh mendampingi mereka, serta memberikan pendidikan dengan nilai karakter positif dengan penuh cinta.

Bagi perusahaan, generasi Y dan Z mengharapkan pimpinan yang jujur. Semakin pimpinan jujur, maka akan semakin dihormati. Jejaring sosial dapat dimanfaatkan bagi para pimpinan untuk berbagi kegiatan sehari-hari bersama para karyawannya. Perusahaan sebisa mungkin menciptakan budaya kerja yang unggul dimana karyawan memiliki teman yang terlibat dalam pekerjaannya dan mendapat tunjangan.

Oleh karenanya, perusahaan dengan pemahaman yang solid pada nilai dan preferensi generasi Y dan Z harus bersiap untuk menciptakan lingkungan kerja yang menarik bagi pekerja generasi baru ini, serta harus mampu memaksimalkan potensi mereka. Generasi Y dan Z memiliki banyak potensi dalam kekuatan tenaga kerja di masa mendatang, namun mereka membutuhkan dukungan dari manajemen SDM maupun pimpinan mereka untuk membantu mereka sukses di dunia kerja di luar ruang kelas.